Silviyatur Rahmah S.Kom Seorang penulis (Fiksi dan Non Fiksi) serta UX Experience.

Hewan Amfibi

3 min read

Hewan Amfibi

Hewan tidak hanya bisa hidup di daratan, akan tetapi bisa hidup di dua alam, yaitu darat dan air. Hewan yang memiliki dua habitat ini disebut hewan amfibi atau amfibia.

Tentu tidak asing jika mendengar kata “amfibi”, karena hewan yang dapat hidup di darat dan air ini sering kita temui di lingkungan sekitar.

Akan tetapi, apakah kalian tahu tentang detail pengertian dari hewan amfibi itu sendiri, dan juga ciri – ciri hewan yang tergolong amfibi? Jika belum, mari kita belajar terlebih dahulu tentang pengertian hewan tersebut, dan ciri – ciri yang dimilikinya.

Pengertian tentang amfibi, dan habitat yang ada di dua alam, serta makanan, dan cara hewan tersebut bereproduksi akan dijelaskan di bawah ini.

Pengertian Hewan Amfibi

Kelompok hewan yang pada umumnya memiliki tulang belakang (vertebrata) atau disebut juga hewan yang dapat hidup di dua alam, yaitu : hidup di darat dan di air.

Kata amfibi diambil dari 2 kata bahasa Yunani yang berarti “amphi” dan “bio”. Kedua kata tersebut memiliki makna “dua” dan “hidup”, yang mengisyaratkan bahwa hewan amfibi adalah hewan yang habitatnya hidup di dua alam.

Habitat Hewan Amfibi

Amfibi tersebar di seluruh dunia. Beberapa hewan jenis amfibi lebih banyak menghabiskan hidupnya di air, dan juga bisa ditemukan hidup di daerah padang pasir Arktik. Persebaran amfibi dipengaruhi oleh faktor kelembapan tempat untuk bisa bereproduksi.

Reproduksi Hewan Amfibi

Reproduksi biasa terjadi pada musim tertentu, yaitu musim gugur, dan musim dingin. Amfibi merupakan hewan vertebrata yang memiliki tahapan atau proses metamorfosis. Adanya proses metamorfosis tersebut mengakibatkan bentuk tubuh amfibi dari lahir sampai dewasa berbeda – beda. Amfibi bereproduksi dengan melalui telur dan berudu.

Makanan Hewan Amfibi

Sumber makanan amfibi berasal dari binatang yang lamban seperti siput, dan memakan makanan invertebrate seperti cacing tanah, ulat dan lainnya. Fungsi utama lidah yang lengket digunakan untuk menangkap mangsa – mangsanya.

Terdapat beberapa amfibi yang juga menelan berudu dan telur induk sendiri ketika dalam keadaan terpaksa, seperti tidak memiliki stok makanan yang dapat mereka makan.

Baca Juga : Hewan Mamalia

Ciri-Ciri Hewan Amfibi

Penjelasan di atas sudah memberikan beberapa ciri dari amfibi. Akan tetapi, masih ada beberapa ciri – ciri yang harus diketahui lebih lengkap.

√ Mengalami fase metamorfosis lengkap.

√ Telur diletakkan di lingkungan yang lembab.

√ Pembuahan secara eksternal (diluar rahim).

√ Kulit Tipis, halus dan memiliki pori – pori.

√ Kulit mengandung kelenjar racun.

√ Berdarah dingin (mengatur suhu dari luar tubuh).

√ Organ jantung terdiri dari 2 atrium, dan 1 ventrikel.

√ Sistem peredarah darah tertutup.

√ Kaki berselaput.

√ Ukuran anggota badan bervariasi.

Berdasarkan ciri – ciri di atas, organ jantung amfibi terdiri dari  3 ruang, yaitu 2 ruang serambi jantung yang berfungsi untuk menerima aliran darah dari seluruh tubuh. Sedangkan 1 ruang ventrikel atau bilik jantung yang ditugaskan untuk memompa darah.

Ciri dari amfibi yang memiliki ukuran anggota badan yang bervariasi biasanya anggota badan depan lebih kecil dari pada anggota badan bagian belakang.

Jenis–Jenis Hewan Amfibi

Berdasarkan penjelasan dan ciri – ciri dari amfibi, ternyata terdapat beragam jenis hewan. Hewan tersebut diklasifikasikan menjadi 3 jenis atau 3 kelas amfibi, yaitu :

1. Anura

Kelas Anura disebut juga dengan ordo Salientia. Ketika dalam bentuk larva, jenis kelompok hewan ini memiliki ekor, akan tetapi ketika dewasa perlahan mulai menghilang. Spesies hewan dalam kelas ini terdapat 3.400 lebih spesies.

Katak yang berkulit lembab masuk dalam kelas anura, begitu juga dengan hewan lain yang memiliki ciri seperti katak.

2. Apoda

Amfibi yang tidak memiliki ekor dan juga kaki termasuk hewan jenis Caecilia dalam ordo atau kela apoda. Tekstur kulit yang lembut, dan bersisik kecil – kecil, meutupi tubuh yang beruas dapat menghasilkan racun. Racun hewan tersebut membantunya agar data bertahan hidup dari serangan musuh – musuhnya.

Kelas apoda juga masuk dalam ordo Gymnophiona yang tersebar di wilayah Asia Tenggara, Afrika, serta Amerika Tengah dan juga Amerika Selatan. Kurangnya kemampuan penglihatan dapat dibantu oleh tentacle sensor yang dimiliki oleh hewan jenis apoda.

3. Caudata

Hewan salamander merupakan salah satu dari jenis amfibi ordo caudata. Bentuk tubuh seperti kadal, dan biasanya habitatnya di daratan, akan tetapi dapat hidup juga di air karena memiliki alat pernapasan air.

Terdapat kurang lebih sekitar 550 spesies yang tersebar di seluruh dunia, akan tetapi tidak ada di negara kita Indonesia. Hanya jenis hewan yang ada dalam ordo apoda dan anura yang hidup di Indonesia.

Salamander dapat meregenerasi bagian tubuh yang sudah putus agar dapat tumbuh menjadi organ yang baru lagi. Kemampuan yang dimiliki salamander juga dimiliki oleh hewan katak dan cecak.

Jenis amfibi dikelompokkan dalam 3 ordo di atas. Hewan yang masuk ke dalam kelompok tersebut hewan sejenis katak dan Caecilia, serta salamander.

Contoh–Contoh Hewan

Jika dikelompokkan berdasarkan cara berkembang biak hewan, amfibi memiliki beberapa contoh hewan yang bertelur atau secara ovipar.

Amfibi pada umumnya berkembang biak dengan cara melahirkan, namun ada beberapa yang berkembang biak dengan cara lain.

Nah, di bawah ini adalah contoh jenis amfibi yang bertelur sesuai masing – masing ordo.

  1. Katak – Ordo Anura

hewan amfibi katak beracun

Cara katak berkembang biak dengan bertelur, dan melakukan pembuahan di luar tubuh induk (pembuahan eksternal). Dikatakan bahwa katak termasuk jenis yang bermetamorfosis, karena :

→ Katak betina meletakkan kumpulan telur – telurnya di dalam air, kemudian dibuahin oleh induk jantan.

→ Telur tersebut tumbuh dan berkembang di dalam air sampai telur menetas.

→ Berudu atau kecebong merupakan bentuk awal katak, terlihat seperti ikan yang tidak mempunyai kaki dan hidup dengan cara berenang.

→ Kecebong bernapas dengan insang.

→ Kecebong tumbuh dewasa. Pertumbuhan ini menghilangkan insang, dan menumbuhkan organ lain yaitu kaki dan paru – paru untuk alat pernapasan.

  1. Ceacilia – Ordo Ceacilia

hewan amfibi caecilia

Jenis hewan yang saat menginjak dewasa terlihat seperti cacing tanah atau ular. Salah contoh amfibi yang bertelur adalaj jenis ceacilia. Bentuk telurnya terlihat unik, karena cangkang telur berwarna transparan, jadi calon anak – anaknya dapat dilihat sangat jelas.

Induk betina akan mengerami sekitar 2 bulan hingga 3 bulanan. Hewan ini tidak mengalami proses metamorfosis seperti katak, jadi bentuk awal ketika menetas sama seperti induknya.

  1. Salamander – Ordo Caudata

hewan amfibi salamander

Salamander juga mengalami metamorfosis seperti katak, akan tetapi ada perbedaan dalam proses metamorfosisnya, yaitu :

→ Telur salamander menetas menjadi larva, dan hidup di air.

→ Salamander dewasa akan tumbuh kaki, dan organ lainnya seperti alat pernapasan.

→ Sistem pernapasan melalui paru – paru, dan juga insang, bahkan ada yang menggunakan kulit.

Contoh ketiga hewan merupakan amfibi yang bertelur, dan dikelompokkan berdasarkan ordo masing – masing. Selain contoh di atas, masih ada  contoh – contoh amfibi yang bertelur, yaitu : Iguana, Naga Air, Kodok, dan Ichthyosis glutinosus, dan juga yang lainnya.

Habitat hewan yang dapat hidup di dua alam atau yang biasa disebut dengan amfibi, tidak selalu hidup di dua alam sekaligus. Hal tersebut terjadi karena ada yang lebih dominan hidup di daratan atau di air saja. Maka untuk mengklasifikasikan dengan benar, pelajari terlebih dahulu ciri – ciri, jenis – jenis, dan juga contoh dari hewan tersebut.

Silviyatur Rahmah S.Kom Seorang penulis (Fiksi dan Non Fiksi) serta UX Experience.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *