Silviyatur Rahmah S.Kom Seorang penulis (Fiksi dan Non Fiksi) serta UX Experience.

Hewan Avertebrata

3 min read

Hewan Avertebrata

Hewan yang dikelompokkan berdasarkan kategori pemilik tulang belakang adalah hewan Vertebrata, begitu juga sebaliknya. Hewan Avertebrata termasuk dalam kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Berikut ini adalah penjelasan tentang perbedaan hewan Avertebrata dengan Vertebrata, dan juga ciri – ciri dari Avertebrata, dan juga Filum hewan tersebut, serta masih banyak pembahasan yang lebih detail tentang hewan yang tidak memiliki tulang belakang.

Perbedaan Hewan Avertebrata dengan Vertebrata

Invertebrata atau hewan Avertebrata merupakan hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Avertebrata termasuk 97% anggota dari Kingdom Animalia.

Avertebrata memiliki pengertian yang berkebalikan dengan hewan vertebrata. Hewan vertebrata memiliki tulang belakang, sedangkan hewan Avertebrata sebaliknya. Berikut ini merupakan tabel perbedaan antara Avertebrata dengan Vertebrata.

No

Kategori Avertebrata

Vertebrata

1

Struktur Tubuh Tidak memiliki tulang belakang Memiliki tulang belakang

2

Sistem Sirkulasi Terbuka di dalam tubuh Tertutup di dalam tubuh

3

Ciri Tubuh Hewan kecil dan bergerak lambat Hewan besar dan bergerak cepat

4

Karakteristik Tidak memiliki dinding sel dan multiseluler Otak berkembang baik, kerangka internal, dan sistem saraf

5

Bentuk Mata Majemuk Tidak memiliki mata majemuk

6

Simetri Tubuh Radial atau Bilateral Bilateral

7

Lapisan Kulit 1 lapisan 2 lappisan (dermis dan epidermis)

8

Cara nutrisi Parasite atau Heterotrof Heterotrofik

9

Prosentase Kelompok 95% sampai 98% 2% sampai 3%

10

Sistem Saraf Sederhana dan tidak terorganisir Organ kompleks dan spesifik

Ciri – Ciri Hewan Avertebrata

Hewan Avertebrata memiliki ciri – ciri ebagai berikut :

  1. Tidak memiliki tulang belakang.
  2. Tidak memiliki tulang tengkorak.
  3. Tidak memiliki dinding sel.
  4. Tidak bisa membuat makanan sendiri (hewan parasite atau heterotrof).
  5. Struktur tubuh sederhana.
  6. Tubuh hanya terdiri dari kepala, dada, serta perut.
  7. Memiliki rangka luar.
  8. Berkembangbiak secara vegetative atau generative.
  9. Sistem pernapasan melalui kulit.
  10. Sistem pencernaan sederhana.
  11. Sistem saraf berada di atas saluran pencernaan.

Berdasarkan ciri – ciri di atas, hewan Ivertebrata dapat dikelompokkan dalam jenis serangga (Insecta) dan Cacing (Vermes). Akan tetapi, kelompok tersebut kemudian terbagi menjadi beberapa jenis, disebut dengan filum hewan.

Kelompok Hewan Invertebrata / Avertebrata

Jenis – jenis hewan yang tidak bertulang belakang dikelompokkan menjadi 8 filum hewan, yaitu :

  • Annelida

Annelida termasuk bentuk tubuh cacing bersegmen atau cacing gelang, seperti : lintah, cacing bersegmen, dan lain – lain.

  • Arthropoda

Hewan berbuku – buku, seperti : Laba – laba (Archnida), udang (Crustacea), dan lebah (Insecata), serta kelabang (Myriapoda).

  • Coelenterata

Coelenterata termasuk kelompok hewan Cnidaria yaitu hewan yang memiliki alat pelingdung sengat, dan termasuk hewan berongga. Contohnya :  Ubur – ubur.

  • Echinodermata

Hewan yang memiliki kulit berduri, seperti : bintang laut, bintang ular, dan teripang.

  • Mollusca

Bertubuh lunak, seperti : kerrang Mutiara, cumi – cumi, dan bekicot, serta yang lain – lain.

  • Nemathelminthes

Nemathelminthes termasuk jenis cacing gilig, memiliki tubuh bulat panjang tidak bersegmen, seperti : cacing kremi dan cacing perut.

  • Plathyhelminthes

Merupakan kelompok hewan cacing berbentuk pipih, seperti : cacing pipih Bedfordi.

  • Porifera

Porifera merupakan jenis hewan dengan tubuh berpori atau spons, seperti : Callyspongia Plivivera, Aplysina Fistularis atau termasuk spons tabung kuning, dan lainnya.

Contoh Hewan Avertebrata

Populasi hewan didominasi oleh kelompok hewan Avertebrata sekitar 95% hingga 98%. Jumlah secara actual dalam kelompok Avertebrata tidak diketahui, akan tetapi memiliki prediksi sejumlah puluhan juta anggota. Sebagian besar anggota dari kelompok Avertebrata berasal dari serangga.

Berikut ini contoh – contoh yang termasuk ke dalam kelompok Avertebrata sesuai dengan filum masing – masing :

  • Contoh jenis Annelida : cacing tanah (Nama Ilmiah : Lumbricina) dan lintah (Nama Ilmiah : Hirudinea).
  • Contoh jenis Arthropoda : belalang (Nama Ilmiah : Caelifera), lebah madu (Nama Ilmiah : Apis), dan kepiting (Nama Ilmiah : Brachyura).
  • Contoh jenis Cnidaria : ubur – ubur (Nama Ilmiah : Scyphozoa) dan anemon laut (Nama Ilmiah : Actiniaria).
  • Contoh jenis Echinodermata : lily laut (Nama Ilmiah : Crinoidea), teripang (Nama Ilmiah : Holothuroidea), landak laut (Nama Ilmiah : Echinoidea), dan bintang rapuh (Nama Ilmiah : Ophiuroidea).
  • Contoh jenis Mollusca : ikan setan (Nama Ilmiah : Mobulidae), tiram Mutiara (Nama Ilmiah : Pinctada), hare laut (Nama Ilmiah : Anaspidea), bekicot (Nama Ilmiah : Achatina Fulica), dan cumi – cumi (Nama Ilmiah : Teuthida).
  • Contoh jenis Nemathelminthes : cacing kremi (Nama Ilmiah : Enterobius Vermicularis) dan cacing perut (Nama Ilmiah : Nematoda).
  • Contoh jenis Plathyhelminthes : cacing pita (Nama Ilmiah : Taenia) dan cacing hati (Nama Ilmiah : Fasciola Hepatica).
  • Contoh jenis Porifera : spons air tawar dan spons mandi.

Avertebrata masuk dalam kelomok semua hewan kecuali filum atau jenis hewan Chrodata. Contoh – contoh hewan Avertebrata pada umumnya, yaitu :

  • Bintang Laut

  • Cacing

gambar hewan avertebrata

  • Gurita

  • Kecoa

gambar hewan avertebrata

  • Kerang

gambar hewan avertebrata

  • Laba – laba

gambar hewan avertebrata

  • Siput

gambar hewan avertebrata

Daftar anggota Avertebrata yang lainnya adalah : Krustasea, Rapay, Jangkrik, Serangga Tongkat, Mantis, Semut, Lipan, Tawon, serta Spons.

Organ Gerak Hewan Avertebrata dan Fungsinya

Hewan Avertebrata memiliki organ gerak. Organ gerak tersebut berperan sesuai dengan fungsinya masing – masing, yaitu :

  • Nama organ gerak : kaki perut berbentuk pipih dan lebar (Nama Hewan : Siput, Nama Biologi : Gastropoda).

Fungsi : fungsi utama kaki perut pada Siput digunakan untuk bergerak dan berpindah – pindah tempat.

  • Nama organ gerak : kaki dan sayap (Nama Hewan : Belalang, Nama Biologi : Caelifera).

Fungsi : berfungi untuk memudahkan Belalang berpindah – pindah, serta melompat dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

  • Nama organ gerak : serabut otot, yaitu Sirkular, Longitudinal, dan Vertikal atau Serong (Nama Hewan : Cacing, Nama Biologi : Lumbricina).

Fungsi : memanjang tubuh merupakan fungsi dari Sirkular, dan untuk memperendek tubuh adalah fungsi dari Longitudinal, sedangkan Vertikal atau serong berfungsi untuk menggerakkan, membalik, melipat, dan merentangkan diri ke seluruh arah.

  • Nama organ gerak : tentakel di mulut (Nama Hewan : Ubur – ubur, Nama Biologi : Medusozoa).

Fungsi : berfungsi untuk menggerakkan tubuh dari ubur – ubur, dan menangkap, serta memasukkan makanan ke dalam tubuh.

  • Nama organ gerak : kaki. Kaki seperti organ pipih yang dikeluarkan dari cangkang pada uatu waktu, atau dengan cara membuka dan atau menutup cangkang secara tiba – tiba. (Nama Hewan : Kerang, Nama Biologi : Anadara Granosa).

Fungsi : kaki memiliki fungsi untuk menggerakkan tubuhnya agar bisa berpindah – pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya.

  • Nama organ gerak : 10 tantakel yaitu berupa 2 tantakel yang panjang, 8 tantakel yang lebih pendek. Rongga mantel, dan sirip cumi – cumi. (Nama Hewan : Cumi – Cumi, Nama Biologi : Teuthida).

Fungsi : tantakel panjang berfungsi sebagai pemangsa, dan perenang. Cumi – cumi dapat berenang secara mundur menggunakan rongga mantel dengan cara menyemprotkan air. Sirip cumi – cumi adalah termasuk 2 perluasan mantel, seperti Cuping yang berfungsi untuk mengontrol atau sebagai pengemudi pergerakan keseimbangan pada tubuh.

Setelah dijelaskan tentang beberapa perbedaan antara Vertebrata dan Avertebrata dalam berbagai kategori atau subjek perbedaan ternyata kedua jenis kelompok tersebut memiliki perbedaan yang signifikan. Pembahasan tentang Avertebrata akan lebih mudah dipahami jika memerhatikan dan mempelajari contoh – contoh yang masuk dalam kategori filum hewan Avertebrata.

Silviyatur Rahmah S.Kom Seorang penulis (Fiksi dan Non Fiksi) serta UX Experience.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *