Silviyatur Rahmah S.Kom Seorang penulis (Fiksi dan Non Fiksi) serta UX Experience.

Hewan Ovovivipar

3 min read

Hewan Ovovivipar

Perkembang biakan makhluk hidup berbeda – beda, berdasarkan dari sistem reproduksinya. Manusia dengan cara melahirkan, sedangkan hewan memiliki berbagai cara untuk berkembang biak. Salah satu cara perkembang biakan hewan yaitu Ovovivipar. Hewan ovovivipar menghasilkan keturunan dengan cara bertelur dan juga melahirkan.

Pengertian Hewan Ovovivipar

Pengertian dari hewan ovovivipar adalah jenis hewan berkembang biak dengan cara bertelur dan beranak. Embrio dari hewan ovovivipar berkembang di dalam telur. Telur tersebut tetap berada di dalam tubuh induk Betina sampai telur menetas. Jika telur menetas, maka induk betina akan melahirkan anak atau keturunan baru.

Ciri-Ciri Hewan Ovovivipar

  • Sitem reproduksi secara generatif atau sekual untuk menghasilkan zigot.
  • Zigot mendapatkan cadangan makanan yang ada di dalam telur.
  • Embrio berkembang di dalam telur.
  • Telur berkembang di dalam tubuh induk Betina.
  • Telur menetas di dalam tubuh induk Betina.
  • Tidak menyusui.
  • Hewan berdarah dingin.

Hewan ovovivipar tidak memiliki ciri – ciri yang khusus, hanya saja cara berkembang biaknya yang berbeda yaitu bertelur dan melahirkan. Supaya dapat memahami lebih jelas tentang ovovivipar, pelajari contoh – contoh di bawah ini.

Contoh Hewan Ovovivipar

Bermacam – macam jenis hewan ovovivipar yang berkembang biak dengan cara melahirkan dan bertelur di bawah ini, yang berasal dari spesies yang berbeda berdasarkan makanan, dan bentuk tubuhnya, serta karakteristik lainnya.

1. Ikan Guppy

 

Ikan guppy merupakan salah satu spesies ikan tawar yang paling dikenal karena menyesuaikan diri dengan mudah dan cepat dalam berkembang biak secara bertelur dan beranak. Perkembang biakan dari guppy memakan waktu 21 bahkan hanya sampai 30 hari. Hal tersebut terjadi karena suhu air dimana ikan tersebut berada.

2. Ikan Pari

 

Contoh hewan selanjutnya yang dapat bertelur sekaligus beranak yaitu ikan Pari. Ikan pari memiliki ciri unik tersendiri karena hanya membutuhkan waktu 90 detik untuk proses pembuahan, akan tetapi waktu perkembang biakan selesai dalam waktu 9 bulan hingga 12 bulan.

3. Ikan Hiu

 

Hiu termasuk salah satu hewan predator paling ganas dan paling ditakuti di dalam ekosistem laut. Hal tersebut terjadi karena ukuran tubuhnya yang besar memangsa daging ikan kecil yang di depannya. Masa perkembang biakan dari ikan predator ini belum ada referensi yang lengkap, akan tetapi cara berkembang biak sama yaitu bertelur dan beranak.

4. Salamander

Cara berkembang biak spesies amfibi (kelompok hewan yang memiliki tulang belakang atau vertebrata) ini adalah :

  • Pembuahan internal (salamander jantan mengeluarkan sperma dalam kantung spermatofor). Spermatofor memiliki 80 sampai 100 sperma, akan tetapi sperma yang diproduksi tergantung dari musim.
  • Salamander Betina memasukkan sperma tersebut ke dalam tubuh
  • Terjadi pembuahan sel sperma, dan sel telur
  • Melahirkan telur yang dibuahi
  • Menetaskan anak

Kelompok ambifi jenis ini terlihat mirip dengan kadal, yaitu 4 kaki dengan ukuran yang sama, memiliki hidung pendek, dan ekor panjang, serta tubuhnya yang berbentuk ramping.

5. Kadal

 

Sebagian jenis hewan ovovivipar seperti kadal berkembang biak secara ovipar atau bertelur, akan tetapi beberapa dari spesies kadal tersebut dapat berkembang biak dengan melahirkan. Hal tersebut terjadi karena habitat dan spesiesnya berbeda – beda.

Cara reproduksi kadal yaitu secara seksual (membutuhkan pasangan atau bereproduksi dengan kawin), dan aseksual (bereproduki tanpa pasangan).

6. Kuda Laut

 

Contoh ovovivipar ke-6 yaitu kuda laut. Kuda laut salah satu spesies hewan jantan dapat hamil. Kehamilan induk jantan karena adanya kantung seperti hewan kanguru di bagian tubuhnya. Kantung terebutlah yang digunakan untuk menyimpan serta tempat berkembangna sel telur.

Proses pembuahannya adalah :

  • Isistem reproduksi nduk Betina udah matang
  • Siap menyalurkan ke kantung induk Jantan
  • Sel telur diimpan di kantung induk Jantan

Jumlah telur yang dihasilkan sebanyak 50 butir ampai 200 butir telur dalam sekali hamil, dan jumlah sel telur yang dihasilkan tergantung dari usia si kuda laut.

8. Bunglon

Hewan yang dikenal dengan warnanya yang dapat berubah – ubah sesuai dengan warna tempat yang dipijaki yaitu Bunglon. Perubahan warna pada hewan tersebut merupakan teknik mngelabuhi musuh. Sebagian bunglon ada yang berkembang biak dengan cara bertelur atau ovipar.

8. Ular Bangkai Laut

Ular bangkai laut dikenal juga dengan ular hijau karena kulitna berwarna hijau, dan bisa dari ular bangkai laut sangat berbahaya. Spesies ular ini termasuk dalam kategori ovovivipar karena berkembang biak dengan cara bertelur dan melahirkan.

9. Platypus

 

Platypus merupakan spesies hewan ovovivipar yang berasal dari Australia, akan tetapi habitat dari hewan ini dapat ditemukan di beberapa daerah yang lain. Selain berkembang biak secara Ovovivipar, platypus juga tergolong hewan yang dapat berkembang biak dengan cara bertelur atau hewan ovipar.

Proses reproduksi platypus :

  • Terjadi pembuahan.
  • Embrio berkembang dalam telur.
  • Mengambil nutrisi dari kuning telur.
  • Perkembang biakan embrio membutuhkan waktu 10 hari hingga 14 hari dalam kandungan

10. Iguana

Spesies kadal dari kelomok Ovovivipar lainnya adalah Iguana. Habitat asalnya berada di daerah tropis seperti Amerika Selatan, dan Amerika Tengah, serta kepulauan Karibia.

Induk betina yang sudah dewasa dan sehat tidak membutuhkan perkawinan atau melakukan pembuahan tanpa adanya induk jantan.

  • Induk betina menjadi dewasa saat berusia diantara 2 tahun dan 4 tahun pada iguana hijau.
  • Folikel (kantung cairan untuk membentuk sel telur) berkembang di ovarium.
  • Puasa selama 3 minggu sampai 6 minggu sebelum meletakkan telurnya. Hal tersebut diebabkan karena perut akan penuh dengan sel telur dan perut mengalami kompresi, sehingga sedikit ruang untuk menerima makanan di perut.

11. Anakonda

Anakonda merupakan spesies ular yang dapat melilit mangsa dengan sangat kuat dan melakukan pergerakan dengan cepat. Ciri perkembang biakan pada ular jenis anakonda ini adalah :

  • Perkawinan di musim tertentu.
  • Induk Betina lebih agresif saat musim kawin.
  • Hasil bayi sekitar 20 sampai 100 bayi ular.
  • Masa kandungannya sekiat 6 hingga 7 bulan.

12. Ular Boa

Secara umum, boa berasal dari spesies hewan reptil yang berkembang biak secara ovipar, akan tetapi Sebagian dari hewan tersebut dapat berkembang biak secara bertelur dan melahirkan atau hewan vivipar.

Boa siap kawin mulai usia 2 tahun, dan ketika musim kawin tiba, boa lebih agresif. Boa menghasilkan 10 sampai 40 telur ular dalam sekali hamil. Estimasi waktu kehamilan yaitu 6 bulan.

13. Buaya  

Buaya merupakan salah satu contoh hewan yang berkembang biak secara ovovivipar. Buaya juga termasuk hewan reptil, dan juga hewan pemakan daging atau karnivora.

14. Ular Kadut

Ular pada umumnya termasuk golongan ovovivipar, akan tetapi ular jenis ini hanya dapat bertahan hidup di dalam air. Hal tersebut terjadi karena akan menngakibatkan kulit robek, dan akan mengalami kesulitan untuk gerak jika berada di tanah.

15. Ular Pucuk

 

Ular pucuk masih masuk dalam golongan jenis hewan reptil ovovivipar yang tidak berbahaya, karena bisanya yang terlalu lemah, akan tetapi cukup mematikan bagi mangsanya seperti : burung kecil daan juga kodok. Ular pucuk juga salah satu contoh dari hewan yang berkembang biak secara ovovivipar.

Hiu Mako, Tokek dan Cicak, serta Ular Piton, dan Komodo juga termasuk dalam anggota Ovovivipar karena mereka dapat bertelur dan juga melahirkan. Penjelasan tentang hewan yang berkembang biak dengan 2 metode ini sudah digambarkan melalui pengertian, dan ciri – ciri, serta contoh dan gambar dari jenis hewan ovovivipar tersebut.

Silviyatur Rahmah S.Kom Seorang penulis (Fiksi dan Non Fiksi) serta UX Experience.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *