Jaringan Epidermis

3 min read

Jaringan Epidermis

Inilah penjelasan lengkap mengenai jaringan epidermis mulai dari pengertian, fungsi, ciri-ciri, dan struktur jaringannya.

Pengertian Epidermis

jaringan epidermis

Epidermis adalah jaringan yang terdapat pada tubuh tumbuhan yang letaknya berada paling luar. Jaringan epidermis berperan untuk menutupi semua bagian tubuh tumbuhan mulai dari akar, batang, sampai dengan daun. Biasanya, bagian ini di dalamnya hanya terdapat dua selapis sel saja yang bentuknya pipih dan rapat.

Sekadar informasi bahwa kata epidermis berasal dari bahasa Yunani yang mana epi memiliki arti di atas atau menutupi serta derma memiliki arti kulit. Jaringan ini biasanya terdiri dari deretan sel tunggal yang melindungi dan menutupi seluruh tubuh tumbuhan yang masih muda. Secara umum, fungsi dari epidermis yaitu sebagai pelindung.

Selain itu, jaringan ini juga berfungsi sebagai tempat pertukaran zat. Perlu diketahui bahwa letak dari jaringan epidermis ada di permukaan atas dan juga permukaan bawah daun. Untuk epidermis daun tidak memiliki kloropas kecuali pada bagian sel penutup stomata.

Fungsi Jaringan Epidermis

Sebelumnya kami sudah memberikan penjelasan bahwa fungsi epidermis adalah untuk melindungi jaringan yang ada di dalamnya. Selain itu, jaringan epidermis juga berfungsi sebagai tempat pertukaran zat. Jaringan ini juga berfungsi sebagai pelindung ketika terjadi hilangnya air yang disebabkan karena penguapan, kerusakan mekanik sepert diinjak-injak, atau karena terjadi perubahan temperature dan juga hilangnya berbagai zat makanan karena hujan, angin, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, sel-sel yang ada pada epidermis terkadang memiliki fungsi dan juga ciri-ciri khusus yang berhubungan dengan fungsi utama dari organ yang ditutupi. Jaringan epidermis bisa berkembang lalu akan bermodifikasi sehingga membentuk rambut akar, spina, dan juga sel penutup pada stomata. Seperti yang ada pada kulit tubuh manusia, epidermis pada tumbuhan merupakan perlindungan utama dari kerusakan fisik serta organisme-organisme patogenik.

Di bagian atas permukaan daun, ada bagian epidermis yang berfungsi untuk membentuk lapisan tebal yang dinamakan lapisan kutikula misalnya yang terdapat pada daun pisang dan daun keladi. Kemudian ada yang memiliki bulu halus seperti yang terdapat pada daun durian. Mulut daun atau stomata adalah modifikasi epidermis untuk pertukaran gas.

Kemudian pada epidermis batang, terdapat bagian yang membentuk lapisan tebal dan lapisan rambut atau trikoma. Lapisan ini juga berfungsi sebagai perlindungan. Untuk epidermis akar, ada yang mengalami modifikasi hingga menjadi rambut akar. Rambut akar inilah yang nanti akan menyerap air garam serta mineral.

Ciri Ciri Epidermis

Di bawah ini merupakan ciri ciri epidermis yang perlu Anda ketahui:

  • Tersusun dari sel-sel hidup
  • Tidak mempunyai klorofil
  • Hanya terdapat 1 lapis sel tunggal
  • Memiliki beragam ukuran, bentuk, dan susunan namun biasanya tersusun secara rapat serta tidak memiliki ruang antar sel
  • Dinding sel epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara akan mengalami penebalan. Sementara untuk dinding sel epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lainnya maka dinding sel tersebut akan tetap tipis

Struktur Jaringan Epidermis

jaringan epidermis

Struktur jaringan epidermis terdiri dari sel-sel yang rapat tanpa memiliki ruang antar sel. Sel tersebut juga berdinding tipis serta memanjang sejajar pada sumbu akar. Dinding sel tersebut tersusun oleh pektin dan selulosa yang berfungsi untuk menyerap air. Ketika epidermis mengelupas karena sudah tua, dinding sel akan mengalami penebalan dengan suberin dan kutin.

Penyerapan terjadi pada ujung akar. Pada lapisan epidermis (permukaan luar) akan membentuk tonjolan berupa rambut dan bulu akar. Sel-sel akan membentuk bulu akar yang ada di bagian belakang yang meliputi seluruh dearah atau bisa sampai beberapa sentimeter.

Derivat Epidemis

Setelah mengetahui apa itu epidermis, fungsi, ciri-ciri, dan strukturnya, informasi lainnya yang akan kami jelaskan adalah tentang derivat epidermis. Derivat atau modifikasi epidermis merupakan alat tambahan atau bangunan yang ada pada epidermis. Meskipun berasal dari epidermis namun nyatanya alat tambahan tersebut mempunyai fungsi yang tidak sama dan bahkan berlawanan dengan fungsi epidermis itu sendiri.

Adapun macam-macam derivat epidermis antara lain sebagai berikut:

1. Stomata

Stomata merupakan celah yang ada di epidermis yang dibatasi dua sel penutup yang di dalamnya terdapat kloropas. Fungsi dan bentuknya berlawanan dengan yang ada pada epidermis. Fungsi stomata yaitu:

  • Sebagai jalan respirasi atau pernapasan
  • Sebagai jalan masuknya karbon dioksida atau CO2 yang berasal dari udara yang terjadi pada proses fotosintesis
  • Sebagai jalan transpirasi atau penguapan

2. Trikoma

Trikoma adalah rambut yang memiliki sel satu atau banyak yang berasal dari sel epidermis. Sel ini memiliki struktur yang lebih besar dan juga padat seperti duri atau kutil. Trikoma tersusun dari sel epidermis atau jaringan yang ada pada epidermis (emergens). Terdapat beberapa jenis trikoma yaitu:

  • Trikoma yang tidak menghasilkan sekret atau non glandular
  • Trikoma yang menghasilkan sekret atau glandular

Sementara itu, fungsi trikoma adalah sebagai berikut:

  • Fungsi trikoma pada daun adalah mengurangi terjadinya pengupan, gangguan yang berasal dari hewan maupun manusia, serta berfungsi meneruskan rangsang
  • Pada nektaria atau bunga berfungsi untuk mengeluarkan madu, menarik serangga, serta membantu dalam proses penyerbukan
  • Fungsi trikoma pada biji adalah mencegah serangga yang akan merusak biji, menyerap air sehingga mempercepat proses pertumbuhan untuk menjadi kecambah
  • Sementara untu fungsi trikoma pada batang adalah untuk mengurangi terjadinya penguapan serta untuk memanjat (pada rotan dan kaktus)

3. Litokis

Litokis merupakan bagian yang letaknya ada di epidermis Ficus. Litokis memiliki penebalan sentripetal yang disusun oleh tangkai selulosa dengan endapan atau deposisi. Carbonat yang memiliki bentuk seperti sarang lebah dinamakan sistolit.

4. Sel Kipas

Sel kipas atau disebut juga dengan buliform cell memiliki ukuran yang besar jika dibandingkan dengan sel epidermis. Sel ini mempunyai bentuk seperti kipas dan berdinding tips serta memiliki vakuola berukuran besar. Dindingnya tersusun dari pektin dan selulosa. Dinding luarnya diselubungi oleh kutikula dan mengandung kutin.

Ketika udara panas, air yang ada dalam sel kipas akan menguap. Kemudian sel tersebut akan mengerut sehingga menyebabkan luas permukaan atas daun menjadi lebih kecil dibandingkan luas permukaan bawah. Hal ini menyebabkan daun akan menggulung serta mengurangi penguapan lebih lanjut.

5. Lenti Sel

Pada beberapa tumbuhan terdapat bintik-binting yang terdapat di permukaan batang. Bintik-bintik tersebut dinamakan lenti sel. Lenti sel terjadi ketika permukaan batang terdapat stoma. Ketika stoma sudah tidak berfungsi, maka stoma tersebut memiliki fungsi yang berbeda dan menjadi lenti sel atau pori gabus.

6. Velamen

Velamen adalah sel mati yang ada di bagian dalam epidermis akar udara dan akar gantung di tanaman anggrek. Velamen berfungsi menyimpan udara dan air. Ada yang berpendapat bahwa epidermis dengan velamen sebagai epidermis ganda atau multiple epidermis.

7. Parenkin Air

Parenkin air adalah beberapa lapisan sel di bagian dalam epidermis daun pada tumbuhan xerofia. Lapisan ini tersusun dari sel-sel berukuran besar dengan dinding tipis serta vakuola sentral besar. Pada tumbuhan xerofia, parenkin digunakan untuk menyimpan air. Epidermis serta parenkin air dinamakan epidermis ganda.

8. Sel Silika dan Sel Gabus

Kedua sel ini secara berturut-turut dibentuk secara berpasangan pada sepanjang daun. Sel silika yang mengembang sempurna mengandung badan-badan silika berupa massa silika yang isotropik dengan di bagian tengahnya berupa granula-granula renik. Sementara itu, sel gabus dindingnya mengandung suberin dan bahan organik yang padat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *