Sel Darah Putih

4 min read

Sel Darah Putih

Penjelasan lengkap sel darah putih mulai dari pengertian, fungsi, jenis, ciri-ciri, efek kelebihan serta kekurangan, dan cara menurunkannya. Sel darah putih memang sangat baik sekali, hal ini dikarenakan dapat berperan penting dalam pembekuan darah yang mengalir apabila kulit kita mengalami lecet serta menjaga kekebalan tubuh.

Pengertian Sel Darah Putih

sel darah putih
gambar sel darah putih

Sel darah putih adalah bagian yang ada di dalam sistem kekebalan tubuh yang bertugas untuk melindungi diri dari penyakit maupun infeksi. Sel darah putih juga dinamakan leukosit dimana leukosit ini diproduksi dari sel panca hematopoietik di sumsum tulang. Leukosit memiliki 5 macam yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Kelima jenis tersebut yaitu monosit, limfosit, neutrofil, basofil, dan eosinofil.

Fungsi Sel Darah Putih

Lalu apa fungsi sel darah putih? Leukosit memang memiliki peran yang sangat penting untuk kekebalan tubuh. Fungsi leukosit yaitu melawan molekul asing maupun mikroorganisme yang menjadi penyebab terjadinya infeksi maupun penyakit seperti virus, bakteri, parasit, atau parasit. Bukan itu saja, fungsi lain dari leukosit yaitu untuk melindungi tubuh terhadap agen asing yang berpotensi menjadi ancaman.

Dengan kata lain, leukosit berfungsi untuk mempertahankan kondisi tubuh terhadap masuknya benda asing yang berpotensi membahayakan tubuh. Sel ini lebih mengkhususkan diri yang bisa dilihat melalui asal-usulnya yang tidak jauh berbeda dengan SDM, yakni sel-sel akar atau stem cells yang akan terus membelah diri di dalam sumsum belakang. Jumlah leukosit normal mempunyai rentang yang cukup luas yaitu antara 5.10³ sampai 104 / mL.

Sementara itu, jumlah leukosit yang ada di dalam tidak sebanyak SDM. Adapun jumlahnya berkisar antara 0,1 sampai dengan 0,2% dari jumlah SDM. Sel darah putih juga tidak selamanya dibutuhkan oleh tubuh karena muncul hanya pada saat terjadinya konflik dengan benda asing. Leukosit akan bekerja dengan cara menghalang benda asing tersebut. Jika jumlah benda asing cukup banyak maupun penanganannya membutuhkan waktu yang cukup lama, maka sebagain leukosit akan membelah diri dengan cara mitosis di luar jaringan sumsum tulang.

Baca Juga : Sel Darah Merah

Jenis dan Ciri Ciri Sel Darah Putih

Setelah mengetahui pengertian sel darah putih beserta fungsinya, maka sekarang Anda juga harus tahu apa saja jenis beserta ciri sel darah putih dari masing-masing jenisnya.

1. Bisofil

Jenis sel darah putih yang pertama yaitu bisofil. Bisofil merupakan salah satu jenis leukosit yang mempunyai peran penting terhadap sistem kekebalan tubuh. Bisofil berperan di dalam menghasilkan suatu reaksi peradangan yang akan melawan infeksi. Selain itu, bisofil juga mempunyai peran penting untuk memunculkan reaksi alergi.

Jumlah bisofil kurang lebih 1%. Bisofil akan meningkatkan respon imun non-spesifik pada patogen. Sel ini juga termasuk yang paling terkenal karena mampu memunculkan asma. Ketika terdapat rangsangan yang memicu terjadinnya asma seperti debu, bisofil akan melepaskan histamin. Inilah yang kemudian mengakibatkan bronkokonstriksi dan peradangan di dalam saluran pernapasan.

2. Eosinofil

Jumlah eosinofil lebih banyak dibandingkan bisofil yaitu sekitar 7%. Sel ini nantinya juga akan meningkat ketika terjadi hal-hal yang berhubungan dengan asma, demam, maupun alergi. Diameter eosifonil diketahui berkisar antara 10 sampai dengan 12 mikrometer.

Sel eosifonil juga masuk ke dalam salah satu kelompok granulosit yang berfungsi membunuh parasit dalam waktu 8 sampai dengan 12 hari. Sel ini memiliki beberapa zat kimiawi seperti histamin lipase, ribonuklease, dan lain-lain. Fungsi dari eosifonil adalah mencegah terjadinya alergi, menghancurkan parasit besar, menghancurkan patogen antibodi, serta berfungsi untuk merespon alergi.

3. Neutrofil

Perlu Anda tahu bahwa setengah dari jumlah leukosit yang ada di dalam tubuh adalah neutrofil. Sel ini merupakan sel pertama yang langsung memberikan respon dan menyerang virus dan bakteri. Sebagai pelindung utama, neutrofil akan mengirimkan sinyal kepada sel-sel yang lain untuk juga merespon terhadap virus maupun bakteri tersebut.

Umumnya, neutrofil terdapat pada nanah yang keluar atau berasal dari luka di tubuh. Sel ini akan keluar setelah dilepaskan dari sumsum tulang. Kemudian akan bertahan dalam tubuh kurang lebih selama 8 jam. Tubuh akan memproduksi kurang lebih 100 miliar neutrofil setiap hari.

4. Limfosit

Limfosit juga merupakan bagian dari leukosit yang memiliki peran sangat penting dalam menjaga kekebalan tubuh. Sel ini memiliki jumlah sel terbanyak kedua setelah neutrofil. Sel ini terbentuk di dalam limfa dan sumsum tulang.Tedapat dua jenis limfosit yaitu limfosit besar dan limfosit kecil.

Limfosit memproduksi setidaknya 8000 atau sekitar 1 kubik dalam leukosit. Jika sel limfosit mengalami peningkatan, maka bisa mengakibatkan leukimia atau penyakit kanker darah. Limfosit juga terbagai menjadi 5 yaitu sel T helper, limfosit B, sel T sitotoksit, sel T superesor, dan sel T memori.

5. Monosit

Jenis leukosit yang terakhir adalah monosit. Bisa dikatakan bahwa sel ini berperan seperti truk sampah yang memiliki jumlah sekitar 5% dari total jumlah seluruh leukosit. Fungsi truk sampah pada monosit adalah berpindah dari jaringan tubuh ke jaringan tubuh yang lainnya sambil membersihkan sel-sel yang mati.

Perlawanan yang dilakukan sel monosit adalah dengan memakan lawannya meskipun ukurannya lebih besar dibandingkan monosit itu sendiri. Sel monosit juga berfungsi menghancurkan sel-sel asing, membunuh sel kanker, mengangkat jaringan mati, membersihkan fagositosis dari neutrofil, dan lain sebagainya.

Penyakit Kelebihan dan Kekurangan Sel Darah Putih

sel darah putih

1. Kelebihan Leukosit

Seseorang yang mengalami kelebihan sel darah putih beresiko menderita beberapa penyakit di bawah ini:

  • Jika monosit meningkat maka bisa mengkaibatkan seseorang menderita infeksi sel darah putih kronis, kanker, kelainan autoimun, dan beberapa penyakit medis lainnya
  • Limfosit yang meningkat bisa mengkakibatkan seseorang menderita kondisi yang disebut leukositosis limfositik. Kondisi ini terjadi akibat adanya infeksi maupun virus seperti TBC
  • Neutrofil yang mengalami peningkatkan bisa mengakibatkan seseorang mengalami leukositosis neutrofilik. Kondisi tersebut berasal dari respon imun normal terhadap beberapa masalah seperti cidera, infeksi, beberapa obat, peradangan, maupun jenis leukimia tertentu
  • Jika sel darah putih tinggi di bagian bisofil bisa menyebabkan seseorang berpotensi mengalami hipotiroidisme terutama untuk orang dengan riwayat penyakit tiroid yang kurang aktif
  • Peningkatan pada eusinofil bisa menyebabkan tubuh bereaksi terhadap alergen, infeksi parasit atau asma

2. Kekurangan Leukosit

Sementara itu, jika seseorang mengalami kekurangan sel darah putih maka bisa berakibat:

  • Sebenarnya masalah akibat kekurangan neutrofil terjadi secara perlahan dan tiba-tiba. Masalah ini tidak mempunyai gejala khusus dan baru terdeteksi ketika dilakukan pengecekan darah
  • Kekurangan basofil mengakibatkan terjadinya reaksi alergi yang parah serta infeksi kulit
  • Sementara itu, kekurangan limfosit yang tidak parah biasanya mengakibatkan gejala flu ringan. Untuk masalah yang lebih parah bisa menyebabkan infeksi yang lainnya
  • Leukopenia, sebuah penyakit karena rendahnya jumlah leukosit h yang biasanya disebabkan oleh infeksi berat sampai dengan efek samping obat

Cara Menurunkan Sel Darah Putih

Sebenarnya untuk menurunkan lekosit tergantung penyakit maupun faktor yang menyebabkan peningkatan pada lekosit. Namun ada beberapa cara medis yang bisa Anda lakukan, diantaranya:

  • Istirahat yang cukup
  • Mengikuti terapi untuk menghilangkan kecemasan dan stres jika memang diperlukan
  • Meredakan peradangan jika kondisi ini yang menyebabkan lekosit Anda naik
  • Minum antibiotik jika peningkatan lekosit terjadi karena infeksi bakteri
  • Minum antihistamin jika peningkatan lekosit terjadi karena reaksi alergi
  • Kemoterapi, transplantasi stem cell, terapi radiasi bagi para penderita leukimia
  • Mengganti obat-obatan ketika obat sebelumnya tidak memberikan hasil positif atau malah menyebabkan dampak negatif

Jadi lebih baik seimbangkan antara sel darah merah dengan sel darah putih agar Anda dapat hidup secara normal dengan sangat sehat. Karena berbagai hal yang kelebihan dampaknya akan tidak terasa enak jika tidak dapat mengantisipasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *