UKM Indonesia Tembus Pasar Eropa

Hendra Halim, pada akhir tahun ini direncanakan untuk merealisasikan Indonesia Display Warehouse di kota tersibuk ketiga Swiss, Basel.

“Warehouse juga akan difungsikan sebagai ajang gerai jual dan mengakomodir tak hanya kegiatan “business to business” namun juga “business to customers”. Beberapa strategi akan diterapkan dengan bantuan KBRI dan atase perdagangan RI di beberapa negara Eropa sekitarnya; mengundang kamar dagang, berpartisipasi dalam beberapa event exhibition, melibatkan diaspora negara sekitar, juga sesi presentasi kapada potential buyers atau local retailers partners”, jelas Juliana Pateh selaku Direktur Utama Indonesia Display Project.

“Sarana warehouse ini diharapkan akan membantu para pengusaha Indonesia untuk lebih mudah memperkenalkan bisnisnya, dan untuk pasar global juga akan lebih mudah mencari dan menggali potensi potensi terbaik dari Indonesia,” lanjut Julian Pateh.

UKM Indonesia Tembus Pasar Eropa
UKM Indonesia Tembus Pasar Eropa

Pengembangan bisnis UKM hingga ke luar negeri tampaknya sejalan dengan program Pemerintah Jokowi-JK, khususnya tertuang dalam 12 Paket Kebijakan Pemerintah yang sudah secara berkala disosialisasikan ke masyarakat.

“Pemerintah melalui Menko Perekonomian, terus mendukung upaya industry UKM yang terus berkembang hingga ke luar negeri. Khususnya lagi itu merupakan upaya ikut meningkatkan devisa Negara. Pemerintah terus mempermudah upaya ekspor nasional,”ujar Ibrahim Hasan, Asisten Deputi Peningkatan Ekspor & Fasilitasi Perdagangan Kemenko Perekonomian.

PT Sinar Indonesia Display berupaya meningkatkan peran Indonesia dalam kancah perdagangan dunia dengan membuka peluang pasar global bagi pelaku bisnis Indonesia. Juga membantu meningkatkan nilai ekspor Indonesia dari sisi komoditas dan industri terkait yang relevan.

“Kami memfasilitasi para pelaku bisnis Industri baik skala industry maupun UKM untuk lebih luas menjangkau potensi pasar dunia,”ujar J. Mahameru, Operational Director PT Indonesia Display.

Sementara itu lokasi warehouse dipastkan berada pada lokasi komersial premium Freie Strasse 50, 4001 Basel Switzerland, dengan luas 300 meter2. Indonesia Display Warehouse akan menjadi ajang pamer (showcase) produk produk unggulan dari Indonesia dengan periode yang lebih permanen. Pemilihan Basel juga karena kota ini berbatasan langsung dengan Prancis dan Jerman; sehingga menyasar sekaligus pasar 3 negara.

“Sarana warehouse ini diharapkan akan membantu para pengusaha Indonesia untuk lebih mudah memperkenalkan bisnisnya, dan untuk pasar global juga akan lebih mudah mencari dan menggali potensi potensi terbaik dari Indonesia”, lanjut Julian Pateh.

Indonesia Display adalah cikal bakal “hub” atau titik temu dan ajang pamer bagi para pelaku bisnis, manufacturing Indonesia beragam bidang; ecoagri, fesyen (busana Muslim maupun konvensional), tekstil, farmasi, kosmetik, elektronik, jasa wisata, produk kulit, interior, furniture, alternative pangan, komoditas dan lainnya.
Fasilitas layanannya juga mencakup eksposur e-commerce yang memperluas cakupan upaya memperkenalkan produk Indonesia pada skala dunia.

“Upaya di atas tentunya hanya akan mencapai sukses dengan peran serta dan dukungan dari pihak pihak terkait pemerintah, maupun pihak pihak swasta lainnya yang memiliki keperdulian sama; sehingga Indonesia Display membuka pintu untuk elaborasi dan kolaborasi baik dengan pihak pemerintah maupun swasta,” tambah J.Mahameru, Direktur Operasional Indonesia Display.

Dalam kesempatan Buka Puasa Bersama itu J. Mahameru juga berbagi tips kepada UKM agar produknya bisa diterima di pasar Eropa melalui Swiss. Produknya harus yang trend an disukai masyarakat di sana. Proses produksinya mengikuti standar yang ditetapkan Pemerintah dan berlaku secara internasional. Siap sanggup produksi secara berkelanjutan. Saat ini masih banyak UKM dalam memproduksi barang belum sesuai dengan pasar internasional. Dalam hal ini Indonesia Display bisa membantu UKM-UKM.”

Selanjutnya, blue print ekspansi Indonesia Display Warehouse Basel akan juga diterapkan di Inggris Raya (London), dan Amerika Serikat (Washington/New York) dalam 2 atau 3 tahun kedepan.

Semua kegiatan dimudahkan dan digiatkan dengan bermitra bersama bank, support dari institusi pemerintah terkait (ITPC, KJRI, KBRI dan Bekraf), bahkan dukungan dari 5 mitra media.

Hasil yang dicapai selama 6 tahun terakhir dari strategi kesertaan beragam event pameran dagang diseluruh dunia dinilai cukup mengangkat awareness pasar global atas produk produk dan talenta Indonesia. Saat ini sudah dinilai perlunya strategi baru lanjutan menuntaskan misi membantu penetrasi pasar global; sesuatu yang bersifat lebih berkesinambungan atau “sustain”.

Tinggalkan komentar